Hari Bumi, Saatnya Mendidik Anak-Anak Mencintai Alam…

Karya anak-anak dari bahan yangdidaur ulang. Foto: Petrus Riski
Karya anak-anak dari bahan yangdidaur ulang. Foto: Petrus Riski

Peringatan Hari Bumi seringkali dilakukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di jalan-jalan, namun anak-anak Bright Kiddie School di Surabaya mengisinya dengan menggelar pentas seni bertemakan lingkungan, di gedung sekolah di kawasan Wiyung, Selasa (22/4).

Sebanyak 270 lebih siswa mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), menampilkan atraksi kesenian berupa nyanyian dan tarian.

Menurut Kepala Sekolah Dasar Bright Kiddie, Endang Juliatin, peringatan Hari Bumi ini ingin mengajarkan kepada anak pentingnya mencintai serta menjaga kelestarian lingkunga, untuk keberlangsungan kehidupan makhluk di bumi.

“Pendidikan cinta lingkungan itu penting diberikan kepada anak sejak usia dini. Ini untuk membentuk kepribadian anak sehingga kedepan mampuikut menjaga bumi ini,” kata Endang Juliatin saat ditemui Mongabay-Indonesia.

Pengenalan akan lingkungan juga telah diberikan kepada anak sejak jenjang pendidikan dini, yang diberikan setiap semester sekali. Natalia sekalu Kepala Sekolah TK mengatakan, sejak usia dibawah 5 tahun anak-anak diajarkan untuk mengenal lingkungan melalui pelajaran merawat tanaman.

Siswa dan siswi sekolah yang mengikuti peringatan Hari Bumi. Foto: Petrus Riski
Siswa dan siswi sekolah yang mengikuti peringatan Hari Bumi. Foto: Petrus Riski

“Anak-anak ada materi khusus di kurikulum, yaitu mengajari mereka mengenal tanaman, bagaimana menanam sehingga mereka tahu bagaimana tanaman tumbuh, juga bagaimana merawatnya,” ujar Natalia.

Pengajaran cinta lingkungan lanjut Endang Juliatin tidak hanya dikenalkan pada saat ada peringatan tertentu, melainkan melekat pada pendidikan di dalam kelas. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah mengumpulkan barang bekas untuk dijadikan barang yang memiliki nilai manfaat.

“Seperti hari ini juga dipajang aneka hasil karya anak-anak dari barang bekas atau yang sudah tidak terpakai. Itu mereka buat sebelum hari ini. Ada mainan, tempat alat tulis, pigora, bahkan ada juga pakaian yang dibuat memanfaatkan plastik bekas,” ucap Endang.

Melalui penekanan pendidikan cinta lingkungan, Endang berharap anak-anak semakin mencintai dan menjaga bumi beserta lingkungan di dalamnya dari ancaman kerusakan.

“Karya anak-anak itu mengaplikasikan prisip 3 R, atau reduce, reuse dan recycle. Ini untuk meningkatkan rasa peduli terhadap kelestarian lingkungan, seperti tema yang kami angkat yaitu Pemotongan Generasi Apatis Terhadap Pelestarian Alam dan Ekosistem, ini yang kami tekankan,” imbuhnya.

Devio Natan, salah satu siswa kelas 8 mengatakan, tindakan yang paling sederhana sudah sangat membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan, seperti menjaga kebersihan serta melakukan penghematan energi.

Sejumlah karya anak-anak dari barang-barang yang di daur ulang. Foto: Petrus Riski
Sejumlah karya anak-anak dari barang-barang yang di daur ulang. Foto: Petrus Riski

“Seperti tidak membuang sampah sembarangan, mendaur ulang sampah atau barang yang sudah tidak terpakai dan tidak digunakan menjadi sesuatu benda yang bisa digunakan kembali. Juga menghemat listrik,” tutur Devio Natan.

Peringatan Hari Bumi di Bright Kiddie School juga diisi penampilan permainan gitar satu jari oleh Duta Foksi (Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia) Doddy Hernanto. Musisi yang akrab disapa Mr. D ini memainkan gitarnya dengan membawakan lagu dari album berjudul Just Keep Loving. Lagu ini mengajak semua orang terus mencintai, tidak hanya manusia tetapi juga kepada lingkungan dan.

“Kita ngajak anak TK sampai SMP, supaya dia lebih tahu bahwa peduli dengan lingkungan itu dimulai dari sejak dini, mungkin ya dari sejak lahir. Bagaimana dia itu peduli dengan musik, karena musik kan bahasa yang universal kan, jadi gampang diaplikasikan ke bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” kata Doddy Hernanto.