,

Kawasan Konservasi Laut Indonesia Semakin Dekati Target

Kawasan Konservasi Laut atau Marine Protected Area di seluruh Indonesia, hingga pertengahan tahun 2012 ini diklaim sudah mencapai 15.35 juta hektar, atau sekitar 76.75% dari target keseluruhan yatu 20 juta hektar pada tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo.

“Upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna melindungi keanekaragaman hayati serta menjaga kelestarian sumber daya ikan agar dapat menopang kepentingan ekonomi masyarakat khususnya para nelayan,” jelas Sharif dalam rilis resmi yang disampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan di sela pertemuannya dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Amerika Serikat, Kerri Ann Jones di Jakarta.

Program Kawasan Konservasi laut (MPA) merupakan program lanjutan dari Coral Triangle Support Program (CTSP) demi tercapainya pengelolaan MPA secara efektif di Indonesia. Tak hanya itu, lanjut Sharif , Indonesia juga akan melibatkan unit teknis terkait guna melaksanakan program kerja “Indonesia Marine and Climate Support” (IMACS) yang saat ini telah memasuki tahap implementasi.

Salah satu kekayaan hayati di perairan Indonesia. Foto: The Nature Conservancy

Dalam kerjasama ini, masih menurut Sharif, juga mencakup kerja sama mengatasi permasalahan penyakit perikanan seperti udang vaname dengan mengembangkan benih yang dinilai lebih tahan terhadap berbagai penyakit. Terkait hal ini, pihaknya juga terus meningkatkan kemitraan antara Indonesia dengan Amerika Serikat terus ditingkatkan untuk mengembangkan kawasan konservasi serta penguatan industrialisasi kelautan dan perikanan.

Sejalan dengan itu, KKP secara aktif menjalin kemitraan dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) terkait rencana kerja sama penelitian ilmiah. Kendati, kapal riset OKEANOS EXPLORER dalam INDEX HALMAHERA urung datang pada 2012, namun pihak NOAA tetap akan bekerja sama dengan berbagai institusi di Indonesia untuk capacity building dan analisis ilmiah lanjutan terhadap hasil-hasil INDEX SATAL 2010.

Keindahan Kawasan Konservasi Laut di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: The Nature Conservancy

Beberapa kawasan konservasi besar yang dipayungi Kementerian Kelautan dan Perikanan sampai saat ini, misalnya Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perairan Raja Ampat, dan Laut Banda. Sejalan dengan itu 2012, KKP tidak hanya memperluas kawasan konservasi, namun akan menekankan efektivitas manajemen konservasi.

Sementara itu, Kerri Ann Jones mengatakan, pihaknya dalam kerja sama ini menitikberatkan tentang keberlanjutan hasil perikanan dan perlindungan terhadap wilayah kelautan. Kerja sama antara KKP dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga bertujuan antara lain untuk melihat apakah terdapat unsur berkelanjutan dalam pengelolaan perikanan dan kelautan di kawasan perairan Indonesia, sambung Jones

“Indonesia merupakan negara yang berperan penting secara regional sehingga sangat penting untuk memiliki data ilmiah ini,” ucapnya menyampaikan apresiasi Pemerintah AS terhadap prestasi yang diukir Indonesia terkait pengembangan riset dan teknologi. Salah satu bentuk apresiasi Pemerintah AS yakni dengan diberikannya sebuah piagam penghargaan atas  capaian riset, eksplorasi dan teknologi kelautan yang dikembangkan Indonesia.

Selain kerjasama yang dibangun, Indonesia mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah AS melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat ayau USAID senilai 800 ribu dolar AS guna memperkuat kerjasama penelitian AS-Indonesia dalam rangka memelihara keanekaragaman hayati laut dan lingkungan.

Inisiatif hibah dari USAID yang dilaksanakan oleh National Academy of Sciences (NAS) menerima 500 aplikasi dari 63 negara berkembang. Proses yang berlangsung secara kompetitif tersebut memilih 41 proyek dari 25 negara, tujuh diantaranya berasal dari Indonesia. ‘terpilihnya Indonesia dikarenakan prestasi ilmiah dan menjanjikan prospek kerja sama yang kuat antara ilmuwan Indonesia dan Amerika serikat ,” Ungkap Kerri Ann-Jones.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , ,