Tahukah Anda? Ekor Kadal Yang Baru Ternyata Berbeda Dengan Aslinya

Tahukah anda, ekor kadal yang tumbuh baru setelah diserang mangsanya ternyata tidak sama persis dengan ekor yang asli. Hal ini  terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pakar multidisiplin dari Arizona State University dan University of Arizona, Amerika Serikat yang mempelajari anatomi regenerasi mikroskopik pertumbuhan ekor kadal. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Anatomical Record.

“Ekor kadal yang baru tumbuh kembali adalah hasil regenerasi dan bukan replika yang sama persis,” ungkap Rebecca Fisher, asisten profesor di School of Life Sciences di Arizona State University. “Ada beberapa perbedaan anatomis, termasuk adanya unsur tulang kartilago (tulang rawan) dan serat otot memanjang di sepanjang ekor yang baru ini.”

Para peneliti mengambil sampel dari ekor baru milik green anole lizard (Anolis carolinensis), yang punya kemampuan melepaskan ekornya saat diserang predator. Ekor yang baru ini, memiliki satu tabung tulang rawan dan bukan sejenis tulang belakang, seperti ekor aslinya. Ekor yang baru ini juga memiliki otot di sepanjang ekor baru ini, sementara ekor yang lama memiliki serat ekor yang yang lebih pendek.

“Perbedaan ini membuat ekor yang baru menjadi lebih tidak fleksibel dibanding ekor yang asli, karena tube kartilago dan serat otot baru ini tidak bisa melakukan gerakan sebaik ekor yang asli, dari tuang belakang ayang saling mengunci serta otot lebih pendek yang ada di ekor asli,” jelas Fisher. “Ekor yang baru ini bukan sekedar kopi dari yang asli, namun ia juga mrestorasi beberapa fungsi.”

Terlepas dari kemampuan kadal yang bisa meregenerasi ekornya meski sedikit berbeda dari yang asli, fakta bahwa kemampuan mereka bisa meregenerasi tulang rawan dan membuat otot baru menjadi ketertarikan para ahli bahw hal ini bisa berguna bagi manusia di masa mendatang.

“Dengan menggunakan teknologi terkini, kami sudah semakin dekat untuk memecahkan misteri gen-gen apa yang diperlukan untuk menumbuhkan ekor kadal,” ungkap Kenro Kusumi, salah satu peneliti dari Arizona State University. “Dengan pengisian gen-gen ini ke sel manusia, sangat mungkin menumbuhkan otot manusia di masa mendatang.”

Ahli yang lain, Jeanne-Wilson Rawles menambahkan bahwa hal paling menarik dari data morfologi dan histologi bagaimana sebuah otot baru bisa tumbuh ternyata tersembunyi dari seekor kadal. “Langkah berikut adalah memahami basis molekular dan sel dari proses regenerasi ini.”

Temuan lain yang juga menarik adalah adanya pori-pori di dalam tabung kartilago yang baru di ekor kadal. Jika di tulang asli materi utama dari ekor kadal ini terbuat dari banyak tulang dengan jarak teratur, dan membuat pembuluh darah dan saraf bisa melintasi, namun di dalam ekor yang abru, hanya pembuluh darah yang melintas di dalam pori-pori tulang rawan. Artinya, saraf yang ada di sisa ekor yang putus ini berubah menjadi ekor yang baru.

Para ahli berharap temuan mereka bisa membantu menemukan baru dalam terapi saraf tulang belakag dan penyakit radang sendi. Sangat menarik, semoga sesuai dengan target awal dan tidak menjadi kasus seperti yang terjadi dengan The Lizard di film Amazing Spiderman, dimana otot yang baru bisa tumbuh di tubuh manusia, namun memiliki warna yang sama dengan warna kadal aslinya.

CITATION: Arizona State University College of Liberal Arts and Sciences (2012, October 9). Regenerated lizard tails are different from originals, researchers discover. ScienceDaily. Retrieved October 10, 2012, from http://www.sciencedaily.com­ /releases/2012/10/121009092416.htm?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+sciencedaily%2Fplants_animals+%28ScienceDaily%3A+Plants+%26+Animals+News%29

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,