Asa Benahi Kota Jambi Lewat Bank Sampah

Armada Bank Sampah Bangkitku. Foto: Elviza Diana

 

Suryani, warga Pal V, Kecamatan Kota Baru, Jambi, baru selesai menghitung sampah setoran. Jumlah tabungan sampah pun sudah masuk hitungan. Terlihat, Suci Wulandari, sekretaris Bank Sampah Bangkitku, baru memasukkan data simpanan sampai Suryani ke komputer.

Begitu keseharian mekanisme Bank Sampah Bangkitku yang telah berdiri sejak 21 April 2014. Berlokasi di  seberang Kantor Camat Kota Baru, bank sampah ini sudah mendapatkan berbagai penghargaan dan prestasi.

Bangkitku, merupakan rujukan untuk bank sampah induk yang akan dikelola pemerintah Kota Jambi. Sejak Januari 2017, bank sampah induk ini sudah dicanangkan menaungi bank sampah unit kelolaan kelompok-kelompok masyarakat.

Santoso, Kepala UPT Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi mengatakan, ada beberapa langkah untuk mengelola bank sampah induk. “Kita sudah melakukan program, untuk bank sampah induk hanya menerima sampah dari bank sampah unit bukan perorangan,” katanya.

Bank sampah induk,  bisa langsung menominalkan dan membayar tunai sampah yang diterima sesuai standar harga. Ada rencana ke depan, bank sampah induk akan membantu unit memberikan pinjaman tanpa bunga agar bisa membayar sampah-sampah perorangan. “Ini akan dikembalikan setiap tahun.”

Kini, bank sampah induk, katanya, belum beroperasi teknis hanya operasional. “Belum ada kegiatan, baru kita usulkan program dan dana.”

Bank sampah induk diharapkan bisa langsung membeli hasil berbagai kerajinan daur ulang yang dihasilkan unit. “Ke depan kita juga akan memberikan insentif satu orang untuk bank sampah unit Rp1.750.000 setiap bulan,” katanya.

 

Geliat di Jambi

Santoso mengatakan, data mereka ada 64 bank sampah di Kota Jambi. Bank sampah ini harus mendapatkan bimbingan dan pelatihan agar sesuai standar peraturan.

Manajemen bank sampah jadi poin utama agar bank sampah tak hanya nama. Adi Putra, Pendiri Sekolah Sampah Paud Al- Kautsar menyambut baik program bank sampah induk.

 

Memilah sampah. Foto: Elviza Diana

 

Adi mengatakan, bank sampah induk diharapkan mampu menstabilkan harga-harga sampah hingga unit mau menjual pada induk. Selain itu bank sampah unit juga dibekali berbagai pelatihan baik manajemen maupun meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui kerajinan daur ulang dan lain-lain. “Kami berharap bank sampah unit mendapat perhatian dan pelatihan agar terus berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Saat ini, Sekolah Bank Sampah yang dia gawangi sudah meberikan layanan lain dalam pembayaran BPJS dan menabung dengan sampah.

 

Harus terurai

Melalui Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah menunjukkan Jambi sudah memiliki komitmen upaya penenggulangan permasalahan sampah. Bank sampah, salah satu solusi menjembatani dampak lingkungan terkait pengelolaan sampah yang mengandalkan ambung-ambung tempat pembuangan akhir.

Jambi, produksi 1.584 meter kubik sampah setiap hari. Hampir semua berakhir di TPA Talang Gulo.

Bank sampah jadi program andalan juga diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle melalui Bank Sampah.

Bank Sampah Bangkitku juga percontohan bisa mengelola dana hingga 25 juta setiap tahun dari transaksi sampah. Ia bisa jadi pendapatan daerah.

Santoso membenarkan, bank sampah induk akan jadi salah satu pundi untuk pemasukan daerah, namun tak bisa menyebutkan berapa besaran dana.

Pembuatan kerajinan daur ulang sumber pendapatan dari sampah bernilai tinggi. “Kalau sudah diola jadi kerajinan daur ulang, harga mahal.”