Inilah Ribuan Lobster Anakan Sitaan dari Bandara Kualanamu

Upaya penyelundupan lewat Bandara Kualanamu, Medan, Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali terulang. Pada Rabu sore (25/8/16), petugas Balai Karantina Ikan Pengedalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan, menggagalkan upaya penyelundupan ribuan lobster anakan dikirim dari Surabaya ke Medan.

Aksi terungkap, kala penyidik Karantina curiga dengan paket kiriman kotak di areal Cargo Bandara Kualanamu. Saat pemeriksaan, ternyata isi barang berbeda dengan keterangan dokumen.

Anwar, Kepala Balai Karantina Ikan Medan mengatakan, dari penyidikan awal diketahui, dua kotak kiriman dari Bandara Juanda Surabaya ke Kualanamu berisi sayur mayur berupa kol, wartel, dan kangkung, pengirim PT Djafa Mandiri Perkasa atas nama Suryono.

Paket kiriman menggunakan pesawat Lion Air JT 797. Ketika ketika pemeriksaan isi, ternyata dalam tumpukan sayur mayur diselipkan 48  plastik 18.240 baby lobster.

Anwar, Kepala Petugas Balai Karantina Ikan Pengedalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan menunjukkan barang bukti ribuan baby lobster dalam plastik. Foto: Ayat S Karokaro
Anwar, Kepala Petugas Balai Karantina Ikan Pengedalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan menunjukkan barang bukti ribuan baby lobster dalam plastik. Foto: Ayat S Karokaro

Dia langsung membentuk tim memburu pelaku. Pengintaian selama 24 jam penuh, namun penerima paket tak juga mengambil barang.

“Nama pengirim Suryonodan nama penerima juga sama. Kita intai 24 penuh, penerima paket tak mengambilnya. Kita usut lebih jauh, ” katanya.

Dia akan membongkar jaringan penyelundupan satwa dan tumbuhan menggunakan pengiriman jalur udara. Dari cara kerja, katanya, pelaku sudah profesional.

Berhubung kasus terkait dua lokasi berbeda, katanya, PPNS dari pusat akan mengembangkan kasus ini. Karantina Medan, akan berkoordinasi dengan Surabaya.

Menurut Anwar, penyelundupan berulang dan modus operasi berubah-ubah. Sebelumnya, dengan membawa barang bukti keluar Sumut pakai tas, masukkan ke bagasi. Kini,  mereka pakai paket pengiriman dari cargo dan menyusupkan barang utama dengan barang lain yang tak dilarang.

“Modus operandi berbagai cara. Ini harus kita dalami terus.”

Kini, barang bukti dibawa ke Kantor Balai Karantina. Rencananya,  dalam waktu dekat akan dilepasliarkan ke laut.

Sebelumnya, pada Selasa (23/8/16), 3.092 kepiting telur akan diseludupkan ke Thailand berhasil digagalkan petugas Balai Karantina. Ribuan kepiting itu dikirim warga Medan lewat Bandara Kualanamu.

Inilah ribuan baby lobster yang diselundupkan dari Surabaya ke Medan melalui Bandara Kualanamu. Foto: Ayat S Karokaro
Inilah ribuan baby lobster yang diselundupkan dari Surabaya ke Medan melalui Bandara Kualanamu. Foto: Ayat S Karokaro
Anakan lobster sitaan Balai Karantina Perikanan di Bandara Kualanamu, Medan. Foto: Ayat S Karokaro
Anakan lobster sitaan Balai Karantina Perikanan di Bandara Kualanamu, Medan. Foto: Ayat S Karokaro
Penyelundupan anakan lobster dengan modus diselipkan antara sayur mayur. Foto: Ayat S Karokaro
Penyelundupan anakan lobster dengan modus diselipkan antara sayur mayur. Foto: Ayat S Karokaro
(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , ,