Menyibak Danau-danau Perawan di Dusun Meliau (Bagian 2)

 

 

Istilah potongan surga yang jatuh di bumi, agaknya tepat disematkan untuk bentang alam Dusun Meliau. Kampung kecil di Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ini dikenal sebagai kawasan wisata alam yang sangat menggiurkan. Lokasinya yang berada di sekitar Danau Sentarum menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Pagi yang basah, dan sisa kabut yang menjejak di punggung bukit adalah pemandangan indah di Dusun Meliau. Dusun yang letaknya dua jam perjalanan air, melintasi Danau Sentarum dari Lanjak, ibu kota Kecamatan Batang Lupar.

Desa Melemba berdasarkan dokumen RPJM-Des memiliki 15 danau, seperti Danau Balaiarem Besar, Danau Balaiarem Kecil, Danau Lukuk, Danau Merebung, Danau Merebung Kecil, Danau Kasim, Danau Sarang Burung Besar, Danau Sarang Burung Kecil, Danau Lintang, Danau Meliau 1, Danau Meliau 2, Danau Merasau, Danau Bejeli, Danau Telatap, dan Danau Santak.

 

Baca: Eksotika Alam Dusun Meliau yang Tidak Terlupakan (Bagian 1)

 

Dari 15 danau yang terdata, dua diantaranya, yakni Danau Telatap dan Bejeli memiliki karakteristik temporer. Lainnya merupakan danau dengan karakteristik permanen. Merebung adalah danau yang biasa menjadi spot pemancingan bagi para turis yang datang ke Dusun Meliau.

Perahu bermotor adalah alat transportasi utama di dusun tersebut. Perahunya cukup unik. Dilengkapi bangku tanpa kaki yang bisa dibongkar pasang. Satu perahu bisa memuat empat orang maksimal. Perjalanan ke danau sekitar 30 menit.

 

Produksi madu dari Danau Sentarum. Foto: TFCA Kalimantan

 

Selama 10 menit pertama, perahu mengarungi Sungai Leboyan keluar dari Dusun Meliau. Di saat terang, pemandangan dari air ke arah dusun sungguh indah. Gereja dan permukiman dengan jembatan kayu yang menghubungkan ke sekolah terlihat sempurna. Latar belakangnya adalah bukit yang menghijau. Rumah panjang Meliau, yang berisi 11 pintu dan sekaligus homestay tampak menonjol.

Perahu tiba-tiba berkelok, memasuki celah pepohonan di hutan rawa. Ketika memasuki celah, air sungai yang cokelat berubah menghitam, karena kandungan gambut. Pohon-pohon ini terbilang tahan air. Dari vegetasinya, tipe hutan tersebut adalah hutan rampak gelgah (Dwarf Swamp Forest).

Vegetasi yang terdiri dari pohon-pohon kecil dan semak belukar setinggi 5 – 8 meter, kadang tergenang air hingga 11 bulan setiap tahunnya. Tinggi genangan air bisa mencapai 5,5 meter. Pohon yang sering dijumpai adalah; putat (Barringtonia acutangula), kayu tahun (Carallia bracteata), melayak (Croton cf. ensifoluis), mentangis (Ixora mentanggis), gelagan (Pternandra teysmanniana), kebesi (Memecylon adule), masung (Syzygium claviflora), dan kerminit (Timonius salicifolius).

Eksotika alam saat memasuki sungai di celah pepohonan memberikan nuansa magis. Perahu pelan melaju, berhati-hati menghindari sulur akar pohon. Arif Rifqi, Project Manager Kapuas Hulu, Forum Orangutan Indonesia (Forina), mulai mendata satu-dua sarang orangutan yang tampak. “Sarang ini sudah pernah ditinggali. Individu orangutannya mungkin tengah menjelajah,” tukasnya.

 

Danau Sentarum, di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Foto: Ridzki R. Sigit (Mongabay/NTFP-EP)

 

Makin lama, celah yang dilalui makin sempit. Motoris mematikan mesin, dan menaikkannya ke perahu, mencegah baling-baling tersangkut di akar. Di sisi kiri kanan sungai, vegetasi mulai berbeda. Vegetasi di kawasan ini terdiri dari pepohonan berukuran kecil hingga sedang setinggi 8 – 15 meter, tergenang air selama 4 – 8 bulan tiap tahunnya. Tinggi genangan air mencapai 3,5 meter. Habitat ini sangat mudah terbakar.

Suara air yang disibak dayung, mengusik burung-burung di kawasan tersebut. Sesekali terdengar suaranya, serta suara owa-owa. Beberapa kawasan tampak bekas terbakar. Kebakaran biasanya terjadi di musim kering.

Perjalanan ini menghabiskan 20 menit, sebelum bertemu Danau Merebung. Danau ini sangat indah dengan air yang menghitam. Di danau ini terdapat floating house atau rumah terapung. Biasanya digunakan oleh pemancing untuk bermalam.

Jangan lupa bekali diri dengan cairan antinyamuk. Nyamuk rawa setelah matahari terbenam, terbilang ganas. Di sini wisatawan bisa berenang di airnya yang hangat di permukaan dan dingin di bagian dalam. Sekitar lima menit dari rumah apung, terdapat sebuah pulau terapung.

“Kami menyebutnya Pulau Begangsar. Soalnya pulaunya bisa berpindah,” kata Sodik Asmoro, Ketua Kelompok Pengelola Pariwisata Kaban Mayas, Dusun Meliau. Danau-danau di sini dilindungi dengan aturan adat.

Di dusun Meliau terdapat tujuh danau. Salah satunya Danau Merebung. Di sungai sekitar danau ini merupakan zona tangkap ikan warga. Tapi, wisatawan hanya boleh menangkap dengan pukat kasar berukuran empat inchi ke atas. Danau Merebung sangat dilindungi masyarakat setempat.

 

Sumber: Dok. RPJMDes Melemba

 

Pulau Begangsar terbilang unik. Luasannya sekitar satu hektare. Tajuk pohon tinggi serta rapat. Saat melintas di sisinya, bagian dasar hutan ditutupi semak dan akar pohon.

Danau-danau di Meliau memiliki kedalaman tiga meter lebih. Pada musim hujan bisa mencapai 10 meter. “Di Danau Sarang Burung itu banyak buaya. Jadi agak rawan ke sana,” tukas Sodik.

Setiap danau punya kisah tersendiri. Penamaan biasanya disesuaikan dengan kondisi alam sekitarnya. Untuk mencapai danau-danau tersebut melewati beberapa kawasan hutan rawa kembali. Jika tidak jeli, bisa tersesat di hutan. Biasanya, warga menghafal jalan masuk ke danau dengan mengenali karakteristik pohon dan celah.

Di mata awam, semua celah sepertinya sama. Beruntung Sodik dan teman-temannya mempunyai jam terbang tinggi untuk melalui alur danau tersebut. Danau-danau yang jarang dijelajahi, menanti para wisatawan untuk menjajal keberanian mengarungi keheningannya.

Di balik itu, para pemancing bisa saja mendapatkan ikan-ikan air tawar berukuran raksasa. Mengingat danau-danau purba tersebut, termasuk yang jarang disambangi manusia. (Selesai)

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , ,