Melestarikan Pohon, Melestarikan Kakatua Sumba

Upaya melestarikan pohon perlu dilakukan bukan hanya bagi kepentingan manusia, tetapi juga makhluk hidup lain, seperti kakatua sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata).

”Pohon juga tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga sangat berarti bagi kehidupan berbagai jenis burung,” ungkap Dwi Mulyawati, Bird Conservation Officer Burung Indonesia.

Kakatua sumba adalah jenis burung kakatua yang hanya bisa ditemukan di Sumba. Burung ini memiliki jambul berwarna oranye dan menggantungkan hidup pada pohon di hutan primer dan sekunder.

Pohon yang menjadi favorit kakatua sumba adalah nggoka (Chisocheton sp.) dan marra (Tetrameles nudiflora). Pohon tersebut dapat tumbuh besar dan menjulang serta memiliki kandungan air tak terlalu tinggi.

Kondisi lingkungan di relung dua pohon itu cocok bagi betina kakatua sumba untuk mengerami telur. Salah satu sarang aktifnya ada di Bukit Lakokur, Desa Umamanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Saat ini, jumlah pohon nggoka dan marra terus berkurang. Kakatua sumba menghadapi kesulitan dalam berkembangbiak. Pasalnya, kondisi pohon sangat menentukan penetasan telur yang hanya berjumlah 2-3 tiap reproduksi.

Akibat minimnya pohon, kakatua sumba pun harus bersaing dengan spesies burung paruh bengkok lain, seperti nuri bayan (Eclectus roratus) dan betet-kelapa paruh-besar (Tanygnathus megalorynchos).

Pada akhirnya, jumlah kakatua sumba pun menurun karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung kesuksesan reproduksi. Tahun 70-an, jenis burung ini masih mudah dijumpai. Kini, jumlahnya diperkirakan tinggal 563 ekor.

”Jumlahnya terus menurun seiring semakin sedikitnya pohon sarang serta akibat penangkapan dan perdagangan untuk dijual ke pasar dalam ataupun luar negeri,” tutur Dwi kepada Kompas.com, Minggu (22/4/2012).

Dwi menerangkan, penurunan populasi kakatua sumba menunjukkan perlunya menjaga kelestarian hutan dan pohon. Apabila pohon lestari, makhluk hidup lain yang menggantungkan diri padanya juga akan lestari.

Sumber: Kompas.com

(Visited 1 times, 2 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , ,