Salah Satu Gunung Es Terbesar di Dunia Ini Diambang Pecah

Gunung es raksasa, satu dari 10 yang terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan, sedang dalam proses untuk pecah dan terpisah dari Kutub Selatan.

Bongkahan yang diberi nama Larsen C ini telah bergerak menjauh dari Benua Kutub Selatan sejak beberapa waktu, dan sebuah retakan besar sedang mengancam terbelahnya bongkahan seluas 5000 km2 dari Larsen C.

Retakan ini sebenarnya telah ada selama beberapa waktu, tetapi dalam sebulan terakhir atau lebih, retakan telah memanjang dengan kecepatan yang berbahaya.   Seperti dikutip dari iflscience.com, di paruh kedua Desember 2016,  retakan itu telah berkembang dan tumbuh memanjang  menjadi  18 kilometer .

Jalur retaknya bongkahan es raksasa Larsen C di Kutub Selatan pada paruh kedua Desember 2016. Foto : John Sonntag/NASA
Jalur retaknya bongkahan es raksasa Larsen C di Kutub Selatan pada paruh kedua Desember 2016. Foto : John Sonntag/NASA

Bongkahan raksasa Larsen C  — sekitar dua kali ukuran Hawaii — diprediksi akan segera runtuh, tapi retakan ini akan membelah sekitar 10 persen saja. Para ilmuwan khawatir bahwa ini akan membuat bagian-bagian yang masih hidup dari Larsen C, sangat tidak stabil dan sangat rawan runtuh dalam dekade mendatang.

Larsen C adalah lapisan es yang paling penting di Benua Antartika bagian utara. Lapisan ini  sudah mengambang di laut, sehingga kehancurannya tidak akan langsung mengakibatkan  kenaikan permukaan laut . Namun, lapisan ini menahan banyak gletser yang masih ada di daratan.

Ketika Larsen C benar-benar terpecah,  dan es-es ini tak terelakkan akan jatuh ke laut dan meningkatkan permukaan air laut global sekitar 10 cm. Mungkin terdengar seperti terlalu banyak, tapi dalam 20 tahun terakhir ini, kenaikan air laut ‘hanya’ 6,6 cm!

Jika kenaikan permukaan laut ini digabung dengan dampak-dampak perubahan iklim, maka kontribusi Larsen C tentu saja sangat signifikan.

Meskipun pemanasan yang semakin cepat di wilayah ini kemungkinan telah mempercepat perkembangan jurang raksasa yang membelah bagian dari Larsen C menjauh dari Antartika, belum ada bukti langsung untuk mendukung teori dulu. Meski begitu,  banyak bukti yang mengaitkan makin hangatnya suhu atmosfer dan laut dengan penyusutan es di Kutub Selatan.

Peta kondisi bentang daratan es Larsen C dan retakannya yang makin memanjang di Kutub Selatan. Sumber : MIDAS / Swansea University / Aberystwyth University
Peta kondisi bentang daratan es Larsen C dan retakannya yang makin memanjang di Kutub Selatan. Sumber : MIDAS / Swansea University / Aberystwyth University

Para peneliti dari Swansea University, yang telah menggunakan data satelit untuk memantau kehancurannya, mengatakan bahwa kasus ‘terbelahnya’ lapisan es  ini merupakan sesuatu yang tak terelakkan karena geografi yang unik dari daerah tersebut.

Semenanjung Antartika  dulunya merupakan jaringan lapisan-lapisan es yang diberi nama Larsen.  Larsen A runtuh pada tahun 1995,  dan Larsen B hancur cukup dramatis  pada tahun 2002. Bahkan, ada banyak lapisan es di seluruh Antartika yang berada di ambang bencana sekarang, tapi Larsen C, lapisan terakhir yang bernama Larsen,  akan hancur terlebih dahulu.

Jalur retaknya bongkahan es raksasa Larsen C di Kutub Selatan pada paruh kedua Desember 2016. Foto : John Sonntag/NASA
Jalur retaknya bongkahan es raksasa Larsen C di Kutub Selatan pada paruh kedua Desember 2016. Foto : John Sonntag/NASA