Makhluk-makhluk Aneh Ini Bersarang di Jurang Laut Dalam Australia

Sekelompok ilmuwan internasional yang tergabung di bawah National Environmental Science Programme of the Marine Biodiversity Hub of Australia, melakukan ekspedisi satu bulan untuk mempelajari kekayaan biodiversitas di jurang-jurang lautan dalam di Australia. Hasilnya?

Para ilmuwan tersebut tanpa diduga menemukan ikan tak berwajah yang sudah tak pernah terlihat sejak 1870-an. Selain itu, ada beberapa penemuan luar biasa dari lautan dalam tersebut yang tidak terbayangkan sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Tech Times.

 

Ikan tanpa wajah ini pertama kali ditemukan pada 1870-an. Foto:A sher Flatt/Marine Biodiversity Hub via Tech Times

 

Ikan tak berwajah dari jurang laut

Meski pada awalnya dianggap sebagai penemuan spesies baru, dan ternyata bukan, tetap saja menemukan ikan berbentuk belut tanpa mata adalah sebuah penemuan yang menggemparkan. Dengan nama ilmiah Typhlonus nasus, yang  berasal dari bahasa Yunani dan berarti “ikan buta,” ikan tak berwajah ini adalah temuan langka yang baru terlihat beberapa kali sejak pertama kali ditemukan 1870-an.

Para peneliti kemudian mengumpulkan koleksi beberapa spesimen dari lautan tersebut.

 

 

Organisme Bioluminescence. Foto:Jerome Mallefet via Tech Times

 

Organisme Bioluminescence

Karena jurang laut (titik laut terdalam) adalah lingkungan yang gelap, beberapa makhluk hidup di kedalaman tersebut telah mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk berburu mangsa. Salah satunya adalah bioluminescence. Seribu meter di bawah laut adalah tempat yang sangat gelap, tapi tidak untuk makhluk dengan kemampuan luar biasa ini.

Tim berhasil mengumpulkan makhluk seperti ikan naga dan mengambil gambar bioluminescence mereka. Bioluminescence didapatkan melalui reaksi kimia di tubuh makhluk itu.

 

 

Spons karnivora. Foto: Karen Gowlett-Holmes via Tech Times

 

Spons karnivora

Makhluk berbentuk spons ini memang tidak seramah spongebob squarepants. Makhluk yang menyerupai sikat botol ini adalah Abussocladia dan yang mirip parasol adalah Cladorhiza, yang diketahui sebagai spons karnivora.

Dibandingkan dengan spons lain yang memangsa bakteri dengan memfilternya melalui arus laut dalam, karnivora-karnivora laut dalam ini memakan crustasea kecil yang tersangkut di duri panjang yang menyerupai kaca.

 

 

Laba-laba laut dalam. Foto: Robert Zugaro

 

Laba-laba laut dalam

Sebenarnya makhluk ini bukan arachnids, tapi makhluk laut dalam ini dinamai ‘laba-laba’ karena kemiripannya dengan laba-laba di darat. Laba-laba laut dikenal sebagai antropod tertua yang bertahan di bumi, beberapa memiliki dua mata, beberapa laba-laba laut dalam lain diketahui tak memiliki mata sama sekali.

Makhluk yang ditemukan para ilmuwan ini adalah dari genus Colossendeis, yang diketahui sebagai ‘raksasa’ di antara spesiesnya.

 

 

Spesies ikan peti mati (coffinfish) yang belum dideskripsikan. Foto: Asher Flatt

 

Spesies Ikan Peti Mati (coffinfish) yang belum dideskripsikan

Meskipun mirip dengan ikan buntal (pufferfish), coffinfish sebenarnya lebih terkait dengan anglerfish, yang dikenal memiliki bentuk yang menakutkan. Ikan-ikan ini tidak bisa bergerak cepat di dasar laut, mereka seringkali berjalan di dasar laut menggunakan siripnya, dan tubuhnya mengembung saat merasa terancam.