Begini Ajakan Rekreasi Konservasi Pesisir untuk Rombongan Raja Salman di Nusa Dua

Kawasan pesisir area hotel lokasi menginap rombongan Kerajaan Arab Saudi di Nusa Dua, Bali steril sejak hari pertama. Pagar dari bambu ditutup kain putih dibangun di batas-batas pantai area hotel. Ketika mencoba melihat pagar ini lebih dekat pada Senin (07/03/2017) kemarin, petugas keamanan kerajaan menghalau dan TNI bersenjata laras panjang mendekat memberi peringatan.

Namun di tengah suasana kewaspadaan tingkat tinggi ini, sebuah ajakan snorkeling melihat taman koral dan kima (Tridacna sp.) hasil transplantasi yang berlokasi depan hotel St. Regis Resort Nusa Dua dilontarkan Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Foundation, lembaga yang fokus untuk merehabalitasi bawah laut kawasan resor elit ini.

“Kami menyambut Raja Salman dan rombongan serta mengajak snorkeling melihat taman laut persis depan hotel,” katanya. Ia juga menyampaikan ajakan ini via media sosial pada 4 Maret ketika kedatangan rombongan dari Jakarta. Pariama menyebut lokasi taman laut yang beberapa tahun dirintis bersama jejaring lain dan komunitas Pokwasmas ini hanya sekitar 150 meter dari bibir pantai. Kedalamannya cuma sekitar satu meter saat air surut.

 

 

Ratusan koral hasil transplantasi mulai hidup, demikian juga anakan kima, biota laut yang sangat bermanfaat dalam ekosistem sebagai indikator kesehatan laut. Kima menjadi incaran bernilai tinggi selain dicari dagingnya yang berpotein tinggi. Di masa lalu, warga menambang karang dan mengambil kima tanpa kendali sebagai salah satu sumber penghasilan. Akhirnya, dua penyokong ekosistem penting ini habis.

Keindahan pantai berpasir putih dengan deretan kursi pantai tertata rapi di Nusa Dua ini memang membuat kerusakan bawah airnya jadi tersembunyi. Daratan bisa lebih mudah dibuat resik misalnya dengan menambah timbunan pasir, membuat penahan ombak agar air sekitar tenang, atau menambah aksesoris lain. Selain di Nusa Dua, pemerintah mengalokasikan biaya tinggi untuk mempermak pantai Kuta dan Sanur karena pusat pariwisata. Namun mengembalikan keindahan bawah laut sangat sulit dan berlangsung lambat.

Misalnya saja Nusa Dua Reef Foundation mencatat perlu waktu 5 bulan di dalam laut ketika anakan kima mulai beradaptasi. Restocking kima sumbangan BPSPL Denpasar yang ditempatkan September 2016, dicek pada 13 Januari 2017, warna-warni mantel kima yang dihasilkan oleh zoozanthelae telah muncul, cerah dan indah.

 

Anakan kerang kima (Tridacna sp.), biota indikator kesehatan laut yang akan disebar di bawah air pesisir Nusa Dua, Bali. Foto Luh De Suriyani

 

Pada Senin (07/03/2017) kemarin, upaya menambah restocking anakan kima jenis Hippopus hippopus dilakukan di Pantai Samuh, Nusa Dua.  Kegiatan kolaborasi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana dan Kwansei Gakuin University (KGU) Japang. “Biasanya ditaruh di coral and kima garden depan hotel St. Regis, tapi sekarang kan sedang tidak bisa,” ujar Pariama.

Sebelumnya, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Yasa Segara Bengiat bersama Nusa Dua Reef Foundation (NDRF), Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan pihak lain berinisiatif membangun Coral and Kima Garden di pesisir Pantai Nusa Dua.

Kima Garden ini dirancang untuk menjadi atraksi ekowisata berbasis konservasi kima dikombinasikan dengan program rehabilitasi terumbu karang menggunakan metode restocking yaitu pengembalian populasi di alam. Kima atau giant clam merupakan spesies langka yang dilindungi. IUCN Red List (1996) memasukkan kima dalam daftar vulnerable (rentan). Sedangkan CITES (1983) mengkategorikan appendix II yang berarti kelompok spesies yang diduga terancam punah akibat perdagangan yang tidak terkendali.

Kerang kima hidup dengan membuka cangkang utuk makan kemudian air tersedot dan disaring.  Ia salah satu penjaga ekologi karena menjaga kualitas perairan sekitaranya.

 

Karang transplantasi mulai tumbuh di Coral and Kima Garden yang berlokasi depan pantai hotel St Regis, Nusa Dua, Bali, resor mewah lokasi rombongan raja Salman dari Arab Saudi menginap. Foto : Nusa Dua Reef Foundation

 

Seperti diketahui, Indonesia menandatangani kerja sama dengan Arab Saudi di sektor kelautan dan perikanan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,  Rabu (01/03/2017). Kerja sama tersebut tertuang dalam 10 nota kesepahaman yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi.

Penandatanganan dilakukan antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Lingkungan Hidup, Perairan dan Pertanian Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman Abdul Mohsen al-Fadhil disaksikan Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud usai pertemuan bilateral antar kedua negara.

Selain menikmati pesisir Nusa Dua, ada banyak embusan informasi soal agenda pelesir rombongan kerajaan Arab Saudi di Bali selama lebih dari 5 hari ini. Sejumlah media terutama televisi masih terlihat menyiagakan kendaraan dengan peralatan satellite news gathering untuk keperluan live report di kawasan Nusa Dua.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , ,