Daratan yg Ditemukan di Bawah Lapisan Es Antartika Ini Mengungkap Fenomena Alam

 

Daratan yang berada di bawah lapisan es Antartika. Foto: Kondratuk Aleksei/Shutterstock.com via Science Alert

 

Baru-baru ini, sebuah daratan luas ditemukan membantang di bahwa lapisan es Kutub Selatan. Penemuan ini, membuat ilmuwan terkejut karena membuka rahasia alam yang tidak diketahui sebelumnya.

Tim ilmuwan dari berbagai negara ini menemukan esker, atau gugusan bukit yang mirip dengan lapisan es dari zaman purba, dengan menggunakan citra satelit dan data radar. Dan ternyata, ukurannya lebih besar dari apapun yang ada di Bumi, beberapa di antaranya bahkan sebesar menara Eiffel. Bisa jadi, inilah yang menjadi salah satu penyebab menipisnya lapisan es Kutub Selatan.

Sebelumnya, Lapisan Es Skandinavia dari Zaman Pleistosen adalah salah satu massa glasial terbesar saat itu, meninggalkan esker yang masih bisa kita lihat hingga kini. Lapisan es itu tebalnya sekitar tiga kilometer, selama ribuan tahun bentang alam di bawah lapisan es inilah yang mencegah pengendapan dan penguapan. Sehingga, es akan terus berputar melalui laut, sebagaimana dilansir dari Science Alert.

 

Esker atau gugusan bukit yang mirip dengan lapisan es dari zaman purba yang berada di Fulufjället, Swedia. Foto: Hanna Lokrantz, Geological Survey of Sweden via Science Alert

 

Sekarang para ilmuwan telah menemukan bukti adanya hamparan daratan di bawah lapisan es Antartika. Fitur subglacial ukurannya lima kali lebih besar dari yang selama ini kita lihat.

Ukuran esker ini tak hanya begitu besar dan mengejutkan, tapi di saat yang sama juga berperan sebagai kunci stabilitas lapisan es di Kutub Selatan. Para ilmuan yang berasal dari Université libre de Bruxelles (ULB, Belgia) dan Bavarian Academy of Sciences (Jerman) sebagaimana dikutip dari Phys.org menjelaskan, lereng sedimen besarnya secara aktif membentuk lapisan es sepanjang ratusan kilometer di hilir, dengan mengukir sayatan yang dalam di dasar es. Sayatan-sayatan ini lambat laun akan membuka titik lemah yang lebih rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan masuknya air laut yang hangat.

 

Gambaran wilayah yang diteliti di Antartika mengenai daratan yang ditemukan di bawah lapisan es. Sumber: Nature Communications. ISSN 2041-1723 (online)

 

Para peneliti pernah mengira bahwa lapisan es menipis saat bertemu dengan air lautan. Namun, penemuan baru ini menjelaskan bahwa ketidakstabilan membawa dampak pada lapisan es bahkan saat masih di darat. Kemungkinan untuk dapat menghentikan penipisan lapisan es di Antartika adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Namun, pemahaman kita yang lebih baik tentang proses penipisan tersebut dapat membantu kita memahami dampak apa yang akan terjadi saat lapisan itu benar-benar terkikis.

 

 

Gambaran 3 dimensi, bagaimana saluran es mengalir. Sumber: Nature Communications. ISSN 2041-1723 (online)

 

“Studi kami menunjukkan bahwa saluran es sudah ada di darat. Ukuran saluran ini secara signifikan bergantung pada proses sedimentasi yang telah terjadi selama ratusan sampai ribuan tahun,” papar Reinhard Drews, penulis utama studi “Actively evolving subglacial conduits and eskers initiate ice shelf channels at an Antarctic grounding line” yang telah dipublikasikan di Jurnal Nature Communications. (Berbagai sumber)